Badan Gizi Nasional (BGN) diminta Sebagai segera menutup satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) bermasalah, terlebih Pada Standar Konsumsi yang disajikan tak layak. Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut itu adalah arahan langsung Ri Prabowo Subianto.
“Pesan khusus Ri Di Hari Raya Idul Fitri agar BGN Meningkatkan Standar penyelenggaraan dan layanan SPPG. SPPG yang kurang memadai agar ditutup Sambil dan segera dilakukan peningkatan Standar,” katanya, Jakarta, Senin (23/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bentuk Regu Pengawas Terbaru
Dadan Membeberkan pihaknya Di membentuk satuan khusus yang Meninjau penyelenggaraan sertifikasi Di seluruh SPPG. Di fase awal, tiga sertifikasi utama yang dipantau meliputi:
- Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS)
- Sertifikat Halal
- Sertifikasi HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point).
Menurut Dadan, ketiganya menjadi dasar jaminan Keselamatan, kebersihan, dan Standar Konsumsi yang dibersihkan kamkepada Komunitas.
“Sesudah ketiga sertifikasi terpenuhi Berencana Meresahkan Hingga sertifikasi Yang Terkait Di Standar SDM SPPG, baik chef, penjamah Konsumsi, dan analisis lingkungan,” lanjut Dadan.
Setiap SPPG wajib mengantongi tiga sertifikasi tersebut sebagai syarat operasional. Dadan menilai sertifikasi menjadi standar awal yang memgukur seberapa layak Konsumsi yang disajikan.
Sambil menunggu terbentuknya Lembaga/Institusi Akreditasi SPPG secara nasional, BGN Berencana membentuk Regu Klasifikasi SPPG internal. Regu ini bertugas melakukan penilaian awal sekaligus Merencanakan sistem akreditasi yang lebih terstruktur dan terintegrasi Di masa mendatang.
“Sebelumnya Lembaga/Institusi Akreditasi SPPG terbentuk, BGN Berencana membentuk secara khusus Regu Klasifikasi SPPG internal sekaligus Merencanakan secara sistematis Berusaha Mengatasi Lembaga/Institusi Akreditasi eksternal,” pungkasnya.
Halaman 2 Di 2
(naf/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Prabowo Titip Pesan Khusus soal MBG, Sentil Dapur Bermasalah











