Desty (34) seorang wanita Hingga Jakarta Selatan kini Di berjuang Sebagai mengatasi breakout parah Hingga wajahnya. Ini terjadi Sebab dirinya telah 10 tahun memakai krim etiket biru mengandung steroid.
“Itu (pakai krim) 2013, saya berhenti 2023. Saya berobat Hingga Praktisi Medis, seperti kalau lihat Hingga TikTok saya, Hingga Instagram saya itu memang mukanya hancur banget,” kata Desty Di dihubungi detikcom, Senin (23/2/2026).
Desty mengakui bahwa Hingga kisaran tahun 2011 Di menjalani studi S1, ia sudah Memperoleh beberapa jerawat aktif, yang dia sebut jerawat-jerawat ‘ABG’.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkeinginan Sebagai tampil lebih ‘bersih’ dan menunjang rasa Self-Esteem, Desty memutuskan Sebagai berkonsultasi Hingga Praktisi Medis Keelokan Hingga Malang. Bersama sinilah pintu masuk dirinya terjebak Di krim etiket biru.
“Bersama situ awalnya Praktisi Medis meresepkan Terapi antibiotik. Resep itu dikasih dua, Bersama Sebab Itu satu dikasih Hingga apotekernya yang satu yaudah dikasih Hingga saya gitu,” kata Desty.
“Pas kembali Hingga Bogor, sampai lulus kuliah itu kan. Di Di kembali Hingga Bogor krimnya habis, kok Bersama Sebab Itu banyak jerawatnya lagi, gimana nih,” sambungnya.
Tanda-Tanda Awal Setelahnya Setop Krim
Di 10 tahun, Desty terus menerus memakai krim etiket biru tersebut. Padahal, Di satu momen, apoteker sudah mengingatkannya bahwa krim tersebut mengandung steroid, yang bisa berbahaya Untuk kulit.
“Nah gara-gara apotekernya ngomong kayak gitu, saya langsung aware searching Google steroid bla bla bla. Oh ternyata ada kandungan namanya sinolon dan ternyata itu steroid. Kalau dipakai berulang-ulang bakal ketergantungan, ngerusak wajah,” katanya.
Tetapi Sebab pekerjaannya menuntut Sebagai bertemu banyak orang, membuat Desty masih enggan Sebagai berhenti menggunakan krim tersebut. Sampai, Di tahun 2023 tekadnya bulat Sebagai benar-benar setop.
“Di akhirnya kulit saya menjadi kemerahan, ada urat-urat merah itu Bersama Sebab Itu tipis. Saya kan pegang dua kerjaan, sampai saya nge-berhentiin satu tempat kerjaan Sebab pingin Mengurangi aktivtias,” kata Desty.
“Dan malu juga, saya pernah sampai pakai cadar buat nutupin,” sambungnya.
Tidak hanya memerah dan jerawat, Desty mengakui bahwa efek steroid ini mengakibatkan kulit wajahnya menjadi perih hingga kebas.
“Bersama Sebab Itu merah, kebal, Bersama Sebab Itu kayak bengkak. Terus Hingga Pada wajah itu bengkak sampai saya demam. Bersama Sebab Itu kulit muka itu kayak perih, lebih keras, gitu lah,” katanya.
“Bersama Sebab Itu wajah saya Hingga Instagram, aslinya bukan merah doang tapi ada nanahnya titik-titik gitu kecil-kecil. Itu yang postingan Hingga Instagram itu, Di dua hari Setelahnya minum antibiotik,” lanjutnya.
Di ini, kemerahan dan jerawat Bersama Desty sudah mulai mereda. Dirinya kini mulai beralih Sebagai merutinkan penggunaan basic skincare sesuai anjuran Praktisi Medis.
“Makannya facial wash pakai dan paling penting sunscreen. Tapi meski Hingga mana-mana pakai sunscreen, harus menghindari matahari pakai masker, pakai Penutupkepala, pakai payung,” katanya.
Halaman 2 Bersama 2
(avk/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Wanita Jaksel Breakout Parah, Alami Tanda-Tanda Ini Pasca Stop Skincare Steroid











