Jakarta –
Salat tarawih Ke bulan Ramadan sering Dari Sebab Itu momen yang dinanti. Usai berbuka puasa dan salat isya, umat muslim Berencana berbondong-bondong Ke masjid Untuk mengejar pahala sunnah yang hanya setahun sekali ini.
Ke Ditengah kekhusyukan itu biasanya terjadi Situasi-Situasi metabolisme tubuh seperti kebelet buang air kecil atau kencing. Akan Tetapi, tidak sedikit yang memilih Untuk menahannya Sebab tidak ingin ketinggalan rakaat.
Ahli Kebugaran spesialis urologi Prof dr Ponco Birowo, SpU, Subsp.And(K), PhD mengatakan sebaiknya seseorang tidak menahan kencing Di Kegiatan apapun, termasuk beribadah.
“Misal kapasitas kandung kemihnya 300-500 ml maksimalnya, kalau nahan kencing Dari Sebab Itu 600-700 ml. Dari Sebab Itu kalau kandung kemihnya regang, dia bisa terjadi lecet Ke dalamnya,” kata Prof Ponco Pada ditemui detikcom, Rabu (19/2/2026).
“Atau nanti pompanya Dari Sebab Itu nggak bisa berfungsi Di baik, bermasalah Di kencingnya. Kayak balon, kalau kita kembangin, dia nggak bisa kempes lagi Dari Sebab Itu harus dipasang kateter,” sambungnya.
Pemasangan kateter, lanjut Prof Ponco merupakan cara lanjutan jika seseorang tidak mampu buang air kecil secara normal dan mengosongkan kandung kemih.
“Nah itu harus dipasang kateter. Dari Sebab Itu repot lah nantinya,” kata Prof Ponco.
Di jangka panjang, kebiasaan yang Mungkin Saja Disorot sepele ini dapat menyebabkan Gangguan Menyebar saluran kemih (ISK) Sebab urine yang menumpuk dapat menjadi media bakteri.
“Gangguan Menyebar jangka panjang itunya. Di nahan kencing doang,” tutupnya.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tarawih Sambil Konsisten Kencing? Pakar Urologi Ingatkan Bahaya Gangguan Menyebar Bakteri











