Latte menjadi pilihan minuman Minuman Kafein populer Di kalangan pencinta nonkopi hitam. Latte tak sekadar paduan Minuman Kafein dan susu, tapi juga minuman Bersama berbagai fakta Memikat yang menyelimutinya.
Kearifan Lokal minum latte Di Italia ternyata punya aturan dan sejarah yang cukup berbeda Bersama kebiasaan Di banyak Bangsa lain. Jika berkunjung Di negaranya langsung, jangan heran jika pesanan latte tidak sesuai harapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Bersama Tasting Table (28/1), berikut 7 fakta tentang latte yang jarang diketahui orang-orang, sekalipun pencinta Minuman Kafein:
1. Kata ‘latte’ Di Italia berarti susu
|
Latte artinya susu. Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Di Italia, kata ‘latte’ secara harfiah hanya berarti ‘susu’. Jika memesan latte Di kafe tanpa penjelasan tambahan, yang datang kemungkinan besar hanyalah segelas susu tanpa Minuman Kafein. Kekeliruan ini sudah menjadi Kegagalan klasik yang dialami wisatawan Foreign. Minuman yang dimaksud kebanyakan orang sebenarnya bernama caffè latte, yaitu campuran Minuman Kafein dan susu.
2. Istilah latte dipopulerkan Di Amerika
Penyebutan latte sebagai minuman Minuman Kafein ternyata bukan berasal Bersama Italia. Istilah caffè e latte pertama kali dicatat Ke pertengahan abad Di-19 Bersama penulis Amerika, William Dean Howells. Seiring popularitasnya Di Amerika Serikat, nama minuman ini dipersingkat menjadi latte. Penyederhanaan ini memudahkan pemasaran, tetapi juga memicu kesalahpahaman Di dibawa kembali Di Italia.
3. Caffè latte hanya diminum pagi hari
Latte hanya diminum Di pagi hari. Foto: LumiNola via Getty Images) |
Di Italia, caffè latte Dikatakan sebagai minuman sarapan. Memesan minuman berbasis susu Sesudah pukul 11 siang dipandang kurang pantas secara Kebiasaan Dunia. Susu Dikatakan terlalu berat Bagi dikonsumsi Di siang atau sore hari. Sebab itu, banyak kafe Malahan enggan menyajikan minuman susu, seperti latte, selain Ke pagi hari.
4. Latte tradisional dibuat Di Rumah
Caffè latte Di Italia lebih sering dibuat Di Rumah dibandingkan dibeli Di kafe. Sebelumnya mesin espresso populer, Komunitas Italia mengandalkan moka pot Bagi menyeduh Minuman Kafein. Alat ini menjadi perlengkapan dapur wajib Sebelum tahun 1950-an. Hingga kini, moka pot masih menjadi cara paling autentik Bagi membuat latte ala Italia.
5. Latte Italia tidak diberi gula
Caffè latte tradisional tidak menggunakan tambahan gula atau sirup. Rasa manis hanya berasal Bersama susu itu sendiri. Berbeda Bersama latte versi Amerika yang sering diberi sirup beragam rasa, versi Italia justru mengandalkan Kesejaganan rasa pahit espresso dan lembut gurihnya susu. Penambahan sirup Dikatakan tidak mencerminkan Kearifan Lokal Minuman Kafein Italia.
6. Susunya dikukus, bukan berbusa tebal
Latte art. Foto: iStock |
Latte Italia menggunakan susu kukus (steamed milk), bukan susu berbuih tebal seperti cappuccino. Tekstur susu yang halus dan lembut membuat rasa Minuman Kafein lebih menyatu. Susu kukus juga menghasilkan microfoam tipis yang lebih alami. Inilah sebabnya tekstur latte Italia terasa lebih ringan dan tidak terlalu berat Di mulut.
7. Latte art bukan Kearifan Lokal Italia
Hiasan cantik Di atas latte ternyata bukan berasal Bersama Italia. Latte art justru berkembang Di Amerika Serikat Ke akhir 1980-an. Metode ini dipopulerkan Bersama David Schomer Di Seattle. Meski kini latte art ditemukan Di mana-mana, Kearifan Lokal Minuman Kafein Italia klasik sebenarnya tidak menitikberatkan Ke tampilan visual minuman.
Halaman 2 Bersama 3
(raf/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kelihatannya Simpel, Latte Punya 7 Fakta Memikat Ini













