Jakarta –
Ke Di keramaian yang ramai Ke kawasan Glodok, Jakarta Barat, sebuah toko Terapi tradisional Tionghoa berdiri kokoh, seolah-olah tak tersentuh Bersama perjalanan waktu. Toko tersebut dikenal Bersama nama Tay Seng Hoo.
Tempat ini bukan hanya sekadar apotek herbal, tetapi menjadi saksi bisu Berencana sejarah kaya Jakarta yang bermula Sebelum 1920-an. Tay Seng Hoo bukan sekadar nama seseorang, toko ini dimulai era kolonial Jepang Ke Indonesia.
Di Regu detikTravel mengikuti tur jalan kaki Jakarta Good Guide, yang dipandu Bersama Dyansti Ara, keunikan bangunan ini langsung terasa Di pengunjung tiba. Level lantai toko berada lebih rendah Untuk jalan raya, Agar pengunjung harus turun tangga Untuk masuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau teman-teman perhatikan, kita harus turun tangga Hingga bawah Sebab penurunan tanah Ke Jakarta ini sangat luar biasa, Bersama Sebab Itu bangunannya lebih rendah daripada jalanan,” ujar Ara kepada detikTravel bersama wisatawan lainnya, Rabu (7/1/2026).
|
Tay Seng Hoo, toko Terapi legendaris Ke Glodok (Hans Wilhem/detikcom)
|
Meski zaman sudah modern, Tay Seng Hoo tetap mempertahankan jasa sinse, Ahli Kebugaran tradisional yang mendiagnosis Gangguan Melewati denyut nadi dan pemeriksaan telapak tangan.
Ke dalamnya, deretan lemari laci Terapi kayu yang sudah berusia seabad masih kokoh berdiri, menyimpan ribuan jenis herbal yang mayoritas didatangkan langsung Untuk China Selatan.
“Produk Internasional-Produk Internasional atau Terapi-obatan Ke sini didatangkan langsung Untuk China Selatan, makanya harganya agak pricey. Nanti Setelahnya teman-teman konsultasi, dikasih resep, lalu Ke sebelah kanan itu ada bapak-bapak yang sudah sepuh, itu yang meracik obatnya,” ujar Ara.
Vincent, generasi keempat, salah satu yang ikut mengelola toko ini, mengungkapkan bahwa Gangguan yang paling sering dicari pengobatannya adalah diabetes, wasir, hingga stroke.
“Diabetes, wasir, itu yang paling banyak. Belakangan lagi banyak yang stroke juga, tapi nggak cuma orang tua, anak muda juga ada yang mulai kena, tapi paling banyak yang sudah 40 tahun Hingga atas. Sama kista juga banyak,” kata Vincent.
Tay Seng Hoo, toko Terapi legendaris Ke Glodok (Hans Wilhem/detikcom) |
Salah satu primadona Ke sini adalah Pien Tze Huang, sebuah Terapi premium berbentuk pil yang dibanderol Rp 2,2 juta.
“Ada yang cukup banyak orang pakai, namanya Pien Tze Huang. Itu harganya sekarang Rp2,2 juta Untuk satu pil. Nanti ditumbuk Bersama Sebab Itu enam kapsul. Biasanya buat Terapi Setelahnya operasi, kayak sesar gitu, buat bantu keringin luka sama pereda nyeri,” kata dia.
Tay Seng Hoo Menunjukkan integrasi yang mulus Di Kearifan Lokal dan Keahlian. Di ini, mereka telah memperluas kehadiran mereka Ke platform media sosial seperti Instagram @taysenghoo Untuk berinteraksi Bersama generasi muda. Memang, konsultasi kini dapat dilakukan Melewati WhatsApp Untuk individu yang Mungkin Saja merasa terlalu malu Untuk bertemu langsung Bersama seorang Sinse.
Di Wabah Internasional COVID-19, Dyansti mengungkapkan toko ini menjadi sumber Untuk membantu pelanggan yang mencari Terapi herbal guna mencegah penyebaran Mikroba.
“Waktu COVID Ke sini ramai banget jualan Terapi anti-corona. Jual satu pil Rp 150.000, sehari minum tiga. Waktu Covid, mereka Berencana kasih Tatakan Ke sini terus kasih catatan. Kalau mau beli tinggal nanti taruh Kertas, nanti mereka ambil kertasnya, mereka taruh Ke Tatakan obatnya. Bersama Sebab Itu tidak ada bersentuhan,” kata dia.
Tay Seng Hoo telah beralih Untuk sekadar menyediakan layanan medis menjadi juga menjadi objek wisata. Vincent mencatat bahwa banyak pengunjung internasional, terutama Untuk Belanda, sengaja datang Bersama Kendaraan Angkutan Umum wisata Untuk melihat koleksi foto historis dan merasakan suasana toko tersebut.
“Banyak turis-turis, kadang ada yang spesial turis Belanda sampai bawa Kendaraan Angkutan Umum parkir Ke ujung, itu sudah rutin datang Hingga sini. Tapi mereka biasanya nggak belanja, cuma lihat-lihat saja, sudah Dikatakan kayak museum,” Vincent.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tay Seng Hoo, Toko Terapi Legendaris Ke Glodok










