loading…
Ide pengenaan Pajak Lainnya Lokasi kelapa sawit per bulan menuai penolakan keras Didalam kalangan petani sawit. FOTO/dok.SindoNews
“Keputusan ini tidak berpihak Di petani kecil, tidak transparan, dan Berpotensi Untuk menimbulkan dampak ekonomi dan sosial yang besar. Pajak Lainnya seharusnya menyejahterakan rakyat, bukan menyengsarakan,” tegas Mansuetus Darto Untuk keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Menurut Darto, jika dihitung secara agregat, dampak Keputusan ini sangat besar. Dia mencontohkan luas perkebunan sawit rakyat Di Provinsi Riau Di 1,7 juta hektare dan kepadatan rata-rata 136 pohon per hektare, jumlah pohon sawit rakyat diperkirakan mencapai 231,2 juta batang. Jika seluruhnya dikenakan Pajak Lainnya Rp1.700 per batang per bulan, total beban Pajak Lainnya yang harus ditanggung petani rakyat mencapai Di Rp393 miliar per bulan atau setara Rp4,72 triliun per tahun.
Adapun, Di level petani, beban Pajak Lainnya ini setara Rp231.200 per hektare per bulan atau Di Rp2,77 juta per hektare per tahun. “Angka ini sangat signifikan Untuk petani kecil yang menggantungkan hidup Didalam sawit,” jelasnya.
Dampak Pajak Lainnya tersebut tidak hanya berhenti Di angka nominal, tetapi juga langsung menggerus pendapatan petani Didalam harga tandan buah segar (TBS). Didalam asumsi harga TBS Di Rp3.000 per kilogram dan produksi rata-rata 1,2 ton per hektare per bulan, pendapatan kotor petani berada Di kisaran Rp3,6 juta per hektare per bulan. Beban Pajak Lainnya Rp231.200 tersebut setara Didalam penurunan harga TBS Di Rp190–193 per kilogram.
“Artinya harga riil yang diterima petani turun menjadi Di Rp2.800 per kilogram, atau terpangkas lebih Didalam enam persen. Itu belum termasuk biaya pupuk, panen, transportasi, dan potongan pabrik,” tegasnya.
Menurutnya, tekanan riil bisa jauh lebih besar Sebab pabrik sawit juga Berencana terdampak Keputusan ini. “Pabrik pasti tertekan dan ujungnya harga beli Di petani Berencana turun lagi. Kerugian bisa mencapai 6 sampai 10 persen per kilogram TBS,” katanya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Petani Minta Kaji Ulang Ide Lokasi Tarik Pajak Lainnya Pohon Sawit











