Jakarta –
Ke Ponorogo ada Hidangan unik yang bisa dicoba Ke warung bernuansa Kekayaan Budaya Dunia kental, Griya Reog Tua. Kamu bisa mencicipi nasi goreng tiwul hingga degan bakar yang nikmat.
Griya Reog Tua berlokasi Ke Desa Sawuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tempat ini menyuguhkan Hidangan lawas sekaligus ruang Belajar Kekayaan Budaya Dunia mengenal jejak panjang Seni Kekayaan Budaya Reog Ponorogo.
Desa Sawuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tempat ini menyuguhkan Hidangan lawas sekaligus Penghayatan mengenal jejak panjang Seni Kekayaan Budaya Reog Ponorogo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deretan kepala Reog atau Barongan Bersama berbagai era dipajang rapi Ke Untuk warung. Mulai Bersama Reog tertua yang dibuat Ke 1921 hingga koleksi yang menggambarkan perkembangan Reog Bersama masa Di masa.
Sambil menyantap hidangan, pengunjung bisa mendengarkan kisah sejarah Reog yang dijelaskan langsung Bersama pemilik warung. Suasana ‘jadul’ kian terasa Bersama dominasi material kayu lama dan ornamen khas Ponorogo.
Menu yang ditawarkan pun tak kalah unik. Griya Reog Tua Menampilkan sajian tradisional yang kini mulai jarang ditemui, seperti nasi tiwul, nasi goreng tiwul, serta aneka minuman rempah.
Nasi goreng tiwul wajib dicoba Ke sini. Bahan utamanya tiwul yang dimasak Bersama bumbu rempah Sebagai menghasilkan rasa gurih nan unik.
“Lebih enak dibanding nasi goreng biasa, rasanya beda dan khas. Bumbunya pas,” ujar Lastri Handayani, salah satu pengunjung, Sabtu (24/1/2026).
Selain nasi goreng tiwul, minuman Degan Bakar Rempah juga menjadi incaran. Degan atau kelapa muda dibakar Bersama bara api Di beberapa jam, lalu disajikan bersama racikan rempah-rempah seperti cengkeh, kayu manis, kapulaga, sereh, jeruk peras, dan madu.
“Ini pertama kali coba degan bakar. Rasanya ada pedas, asam, tapi segar. Badan juga terasa hangat,” kata Lastri.
Pemilik Griya Reog Tua, Budi Maryono mengatakan, kecintaannya Ke Reog Ponorogo menjadi awal berdirinya tempat ini. Ia Sebelumnya dikenal sebagai konten kreator yang fokus mengangkat Seni Kekayaan Budaya Reog lama.
“Saya tertarik Bersama Reog lama, lalu saya kumpulkan satu per satu Bersama berbagai tempat. Lama-lama koleksinya banyak,” ujar Budi.
Bersama koleksi tersebut, Budi Lalu mendirikan Rumah Reog yang akhirnya berkembang menjadi warung makan bernuansa Kekayaan Budaya Dunia. Proses penataannya pun tidak instan.
“Mulainya Bersama Reog dulu, lalu kayu-kayu lawas seperti bekas Markas kerbau. Prosesnya hampir empat tahun,” jelasnya.
Sebagai urusan harga, pengunjung tak perlu khawatir. Nasi goreng tiwul dibanderol Rp 15 ribu per porsi, sedangkan Degan Bakar Rempah dijual Rp 20 ribu per Gelas.
“Konsep warung ini memang lawasan, Karena Itu menu yang kami sajikan juga Hidangan-Hidangan tempo dulu,” pungkas Budi.
Artikel ini sudah tayang Ke detikjatim Bersama judul “Mencicipi Nasi Goreng Tiwul-Degan Bakar Rempah Ke Griya Reog Tua Ponorogo”
(yms/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Unik! Ada Nasi Goreng Tiwul dan Degan Bakar Ke Griya Reog Tua Ponorogo











