loading…
Seorang pria memegang bendera India dan AS Di orang-orang ikut serta Untuk Parade Hari India Di New York. FOTO/Reuters
Meski pengumuman Trump Melewati platform Truth Social dinyatakan “final dan berlaku segera”, pedoman pelaksanaannya belum dirilis Dari Gedung Putih. Situasi ini menimbulkan kebingungan Di kalangan pelaku usaha, termasuk Lantaran belum adanya instruksi penegakan Untuk Bea Cukai AS Yang Terkait Bersama definisi operasional “berbisnis Bersama Iran”.
“Ini adalah penargetan selektif yang tidak adil dan tidak beralasan,” ujar Pembantu Kepala Negara Luar Negeri India, S. Jaishankar dikutip Untuk Times Of India, Selasa (20/1/2026).
Baca Juga: Trump Ancam Tarif 25% Di Bangsa Mitra Iran, China Murka Beri Peringatan Keras
Dia secara tegas menolak Aturan tersebut. Penolakan resmi disampaikan Jaishankar Di pertemuan Bersama Wakil Perdana Pembantu Kepala Negara Polandia, Radosław Sikorski, Di Warsaw, Senin (19/1).
Jaishankar Menyoroti bahwa India telah terkena tarif 50% Untuk AS akibat pembelian Migas Untuk Rusia. Pemberlakuan tarif tambahan Yang Terkait Bersama Iran, menurutnya, hanya Berencana Lebih memberatkan beban Perdagangan Keluar Negeri India. The Print melaporkan, kekhawatiran India tidak hanya Ke tarif, tetapi juga tekanan Barat Yang Terkait Bersama pembelian energi. Penolakan juga datang Untuk China, yang merupakan pembeli 90% Migas Iran.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Tarif AS Di Mitra Dagang Iran Rusak Perdagangan Dunia, India dan China Berang











