Musim hujan membuat konsumsi Minuman fermentasi perlu lebih diwaspadai. Kelembapan tinggi bisa picu kontaminasi dan gangguan pencernaan bila tak diolah tepat.
Musim hujan membawa perubahan besar Ke pola makan dan Situasi tubuh. Kelembapan tinggi membuat Kelompok perlu lebih selektif memilih Minuman.
Tak sedikit orang mengandalkan Minuman fermentasi Sebab dikenal baik Bagi pencernaan. Tetapi, Situasi cuaca ternyata bisa memengaruhi keamanannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lingkungan yang lembap memudahkan bakteri dan jamur berkembang. Jika tak ditangani Didalam tepat, Minuman fermentasi justru bisa memicu gangguan Keadaan.
5 Alasan Harus Menghindari Minuman Fermentasi Di Musim Hujan
1. Risiko Kontaminasi
|
Ilustrasi yogurt. Foto: Getty Images/Kristina Maksymova
|
Musim hujan membuat kelembapan tinggi yang memicu lonjakan Karya mikroba, Agar perlu ekstra waspada soal Minuman. Situasi ini Meningkatkan risiko gangguan Keadaan bila asupan tak dijaga.
Minuman fermentasi seperti kimchi, yogurt, acar, hingga kombucha dikenal ramah pencernaan. Tetapi Di musim hujan, konsumsinya perlu dibatasi Sebab kadar air Ke lingkungan sangat tinggi.
Kelembapan membuat bakteri dan jamur mudah berkembang, termasuk Ke Minuman fermentasi. Jika penyimpanan kurang tepat, Minuman ini berisiko terkontaminasi dan memicu keracunan atau Penyakit Menyebar lambung.
2. Melemahkan Sistem Pencernaan
Menurut ajaran Ayurveda, fungsi pencernaan cenderung melemah Di musim hujan akibat kelembapan tinggi dan berkurangnya Latihan.
Situasi ini membuat tubuh lebih sensitif Di Minuman berat. Minuman fermentasi Memiliki rasa asam alami dan tekstur yang relatif berat.
Di pencernaan melambat, jenis Minuman ini bisa memicu rasa tidak nyaman. Konsumsi berlebihan dapat memperparah keluhan seperti kembung, asam lambung, hingga sulit dicerna.
3. Menganggu Bakteri Baik Usus
Kombucha merupakan teh fermentasi. Foto: iStock |
Konsumsi Minuman fermentasi memang bisa membantu menambah bakteri baik Ke usus. Tetapi, cuaca lembap Di musim hujan justru Meningkatkan risiko Penyakit Menyebar.
Situasi lembap memudahkan mikroba berkembang dan mengganggu Kesejajaran bakteri usus. Dampaknya, manfaat fermentasi bisa berbalik menimbulkan masalah pencernaan.
Beberapa keluhan yang kerap muncul Antara lain perut kembung, kram, hingga diare. Sebab itu, konsumsi Minuman fermentasi perlu lebih bijak Ke musim hujan.
4. Fermentasi Berlebihan
Perubahan suhu dan kelembapan berlebih Di musim hujan bisa memicu fermentasi berlebihan. Situasi ini sering terjadi Ke Minuman fermentasi rumahan.
Adonan, acar, atau fermentasi lain bisa menjadi terlalu asam tanpa tanda jelas. Minuman yang tampak normal belum tentu aman dikonsumsi.
Mengonsumsi Minuman yang terlalu terfermentasi berisiko memicu gangguan pencernaan. Malahan, Di Situasi tertentu bisa menyebabkan keracunan ringan.
5. Tips Konsumsi Minuman Fermentasi Di Musim Hujan
Ilustrasi acar. Foto: TikTok |
Agar aman dikonsumsi Di musim hujan, Minuman fermentasi sebaiknya dibuat segar dan segera dihabiskan. Cara ini mencegah fermentasi berlebihan yang berisiko Bagi pencernaan.
Simpan Minuman fermentasi Di wadah bersih dan kedap udara Ke kulkas. Hindari konsumsi jika aromanya terlalu asam atau tekstur serta warnanya berubah.
Sebaiknya hindari minuman fermentasi mentah kecuali dibuat Didalam standar kebersihan tinggi.
Halaman 2 Di 3
Simak Video “5 Syarat Utama Pemberian MPASI“
(raf/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Banyak yang Tak Tahu, 5 Risiko Konsumsi Minuman Fermentasi Ke Musim Hujan













