Jakarta –
Wacana Penggemar Senegal dan Pantai Gading Untuk Merasakan Gelar Dunia 2026 Di Amerika Serikat kini terancam akibat larangan perjalanan Untuk beberapa Bangsa, termasuk Senegal dan Pantai Gading.
Larangan tersebut telah diumumkan Desember lalu, Sambil Amerika Serikat menjadi tuan Rumah Trophy bersama Kanada dan Meksiko Di 11 Juni-19 Juli 2026.
Melansir The Independent, Kamis (15/1/2026) aturan Terbaru ini membuat Penggemar yang belum Memperoleh visa tidak bisa bepergian, meski Manajer, staf, dan kerabat Didekat tetap Menyambut pengecualian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya tidak tahu mengapa Kepala Negara Amerika ingin Skuat Di Bangsa tertentu tidak ikut. Kalau begitu, mereka seharusnya tidak setuju menjadi tuan Rumah Gelar Dunia,” ujar Penggemar Senegal bernama Djibril Gueye.
Kepala Negara Donald Trump menyebut kekurangan Di penyaringan dan pemeriksaan sebagai alasan larangan. Iran dan Haiti, dua Bangsa lain yang lolos Ke Gelar Dunia, juga terkena dampak.
Kepala Negara kelompok Penggemar wanita Senegal, Fatou Diedhiou, mengaku bingung dan berharap situasi ini berubah. “Kami ingin ikut, tapi tidak tahu caranya. Sekarang kami hanya menunggu, Bisa Jadi mereka Akansegera berubah pikiran,” ujarnya.
Lalu, Penggemar fanatik Senegal lainnya, Sheikh Sy, tetap bertekad mencari cara agar bisa menonton Skuat kesayangannya Di Amerika Serikat.
Nantinya, Senegal Akansegera memulai Gelar Dunia Di Arena MetLife, New Jersey, Di 16 Juni melawan Prancis, lalu Berusaha Mengatasi Norwegia empat hari Lalu, dan menutup Putaran grup melawan Kemenangan play-off Bolivia, Suriname, atau Irak Di Toronto Di 26 Juni.
Pantai Gading bermain melawan Ekuador Di Philadelphia Di 14 Juni, Berusaha Mengatasi Jerman Di Toronto, dan menutup Putaran grup melawan Curacao Di Philadelphia Di 25 Juni. Manajer Pantai Gading, Emerse Fae, optimistis masalah Penggemar bisa diatasi.
“Para Penggemar pernah Merasakan kendala serupa Pada Gelar Afrika Di Maroko, dan semuanya berjalan lancar. Saya yakin Sebelumnya Gelar Dunia dimulai, semuanya Akansegera beres,” katanya.
“Sepak bola adalah perayaan. Akansegera sangat disayangkan jika Penggemar tidak bisa merasakannya,” lengkap Fae.
Kini, Pemberian Untuk Senegal dan Pantai Gading kemungkinan terbatas Di penduduk tetap AS, warga Didalam visa, atau yang Memperoleh kewarganegaraan ganda.
(upd/ddn)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Larangan Perjalanan AS Bikin Penonton Khawatir Jelang Gelar Dunia 2026











