Bacaan ‘Broken Strings’ karya Aurelie Moeremans belakangan menjadi perbincangan hangat Ke Tanah Air. Pasalnya, Bacaan tersebut berisi Pengalaman Hidup Aurelie Yang Berhubungan Di child grooming Ke usia 15 tahun.
Sebagai informasi, child grooming merupakan salah satu bentuk manipulasi psikologis yang sangat berbahaya. Pelaku secara sistematis membangun kepercayaan dan ikatan emosional Di anak Sebagai tujuan eksploitasi.
Di viralnya Bacaan tersebut, tidak sedikit warganet yang akhirnya berani bercerita bahwa mereka pernah ada Ke masa-masa kelam seperti yang dirasakan Aurelie.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga bercerita bahwa pelaku child grooming umumnya cenderung denial dan suka marah meledak-ledak, mengapa bisa begitu?
Ditanya mengenai hal ini, spesialis kedokteran jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan bahwa penyangkalan dan luapan emosi tersebut merupakan hasil Di defense mechanism, kurangnya empati, dan rasa ingin mengontrol sesuatu.
“Ini pola psikologis yang cukup konsisten,” kata dr Lahargo kepada detikcom, Selasa (13/1/2026).
Berikut pola psikologi menurut dr Lahargo ysng biasanya ada Di pelaku child grooming.
1. Defense mechanism (mekanisme Lini Pertahanan diri).
Pelaku cenderung menyangkal agar:
– Tidak merasa bersalah
– Tidak runtuh harga dirinya
– Tidak Berjuang Di kenyataan bahwa ia melukai orang lain
2. Cognitive Dissonance
Ini adalah Kepuasan psikologis tidak nyaman akibat Memperoleh dua atau lebih keyakinan
“Ada konflik Ditengah ‘saya orang baik’ vs ‘saya menyakiti orang’,” kata dr Lahargo.
Agar konflik ini tidak menyakitkan, otak memilih:
– Menyangkal fakta
– Menyalahkan korban
– Marah Di dikonfrontasi
3. Kontrol dan Kekuasaan
Grooming adalah tentang power. Di kontrol itu terancam (dibongkar publik), pelaku Berencana Merasakan hal-hal berikut:
Panik
Marah
Meledak-ledak Sebab kehilangan posisi dominan.
4. Minim Empati Di Dampak
Pelaku child grooming Berencana lebih fokus Di dirinya sendiri, bukan luka korban.
“Marahnya pelaku bukan tanda ia benar, tapi tanda mekanisme pertahanannya Untuk runtuh,” katanya.
Halaman 2 Di 3
Simak Video “Video: Tentang Bacaan ‘Broken Strings’ Aurelie Moeremans“
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Viral ‘Broken Strings’ Aurelie Moeremans, Kenapa Pelaku Grooming Cenderung Denial?











